dr.IGN Widiyawati, SpP
Chatarina
Fiertrika Primadewi, SPsi.Psi
Kanker
atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel
khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:tumbuh tidak terkendali (pembelahan
sel melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya, bermigrasi
ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik,
disebut metastasis. Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari
tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak,
seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi,
diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Kanker
dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan
karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya
membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi.
Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau
radiasi.Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu
penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat
dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak
bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari.
Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya.
Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal,
tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak"
(tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan
lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah
bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Di
Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini
bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Dalam setahun,
sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker. Pada pria dewasa di Amerika
Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus
kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung
kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker
paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%),
kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%). Untuk
dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling
umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%),
kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma
non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27%
dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan
rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).
Statistik
dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi
penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama
kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang
olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah
penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Pola invasi kanker
tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda.[3]
Kanker
paru adalah salah satu jenis penyakit paru yang memerlukan penanganan dan
tindakan yang cepat dan terarah. Data yang dibuat WHO menunjukan bahwa kanker
paru adalah jenis penyakit keganasan yang menjadi penyebab kematian utama pada
kelompok kematian akibat keganasan, bukan hanya pada laki laki tetapi juga pada
perempuan. Penelitian tentang rokok mengatakan bahwa lebih dari 63 jenis bahan
yang dikandung asap rokok itu bersifat karsinogenesis. Secara epidemiologik
juga terlihat hubungan kuat antara kebiasaan merokok dengan insidens kanker
paru, maka tidak dapat disangkal lagi menghindarkan asap rokok adalah kunci
keberhasilan pencegahan yang dapat dilakukan.
Keluhan
dan gejala kanker paru tidak spesifik, seperti batuk darah, batuk kronik, berat
badan menurun dan gejala lain yang juga dapat dijumpai pada jenis penyakit paru
lain. Penemuan dini penyakit ini berdasar keluhan saja jarang terjadi, biasanya
keluhan yang ringan terjadi pada mereka yang telah memasuki stadium II dan III.
Di Indonesia kasus kanker paru terdiagnosis ketika penyakit telah berada pada
stadium lanjut. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terutama masyarakat
Salatiga dan sekitarnya tentang penyakit ini, diharapkan dapat ditemukan kasus
kanker paru secara dini, karna di RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga sudah
terdapat dokter ahli dan peralatan diagnostik untuk kanker paru.
Apabila
ditemukan gejala dan tanda kanker paru, pemeriksaan yang dilakukan adalah :
1. Pemeriksaan radiologik
foto
toraks,CT scan toraks dengan kontras atau Brain-CT untuk mendeteksi metastasis
di tulang kepala / jaringan otak, bone scan dan/atau bone survey dapat
mendeteksi metastasis diseluruh jaringan tulang tubuh. USG abdomen dapat
melihat ada tidaknya metastasis di hati, kelenjar adrenal dan organ lain dalam
rongga perut.
2. Pemeriksaan khusus
a) Bronkoskopi adalah pemeriksan dengan
tujuan diagnostik sekaligus dapat dihandalkan untuk dapat mengambil jaringan
atau bahan agar dapat dipastikan ada tidaknya sel ganas.
b) Biopsi aspirasi jarum
c) Transbronchial Needle Aspiration (TBNA)
d) Transbronchial Lung Biopsy (TBLB)
e) Biopsi Transtorakal (Transthoraxic
Biopsy, TTB)
f) Biopsi lain misalnya biopsi jarum halus dapat dilakukan
bila terdapat pembesaran KGB atau teraba masa yang dapat terlihat superfisial.
Semua
pemeriksaan radiologik dan pemeriksaan khusus ini bisa dilakukan di RS Paru dr
Ario Wirawan Salatiga. Setelah pemeriksaan pada kanker paru dilaksanakan
selanjutnya akan ditentukan jenis dan derajat kanker paru. Penatalaksanaan
kanker paru sesuai dengan jenis, derajat dan tampilan penderita. Pengobatan
kanker paru adalah combined modality therapy (multi-modaliti terapi) seperti
terapi pembedahan, kemoterapi ataupun radioterapi. Pengobatan untuk penyakit
kanker terus berkembang. Selain kemoterapi, kini ada terapi target yang bisa
menjadi pengobatan untuk pasien kanker paru. Dari beberapa penelitian terapi
target ini bisa memperpanjang hidup penderita kanker paru dan efek sampingnya
juga relatif lebih rendah dibandingkan dengan kemoterapi.
Kenyataanya
pada saat pemilihan terapi, sering bukan hanya dihadapkan pada jenis
histologis, derajat dan tampilan penderita saja tetapi juga kondisi non-medis
seperti fasiliti yang dimiliki rumah sakit dan ekonomi penderita juga merupakan
faktor yang amat menentukan. Diketahui biaya pengobatan kanker paru memerlukan
biaya yang tidak sedikit, tetapi bagi anda
peserta BPJS tidak perlu kuatir karna semua biaya pengobatan kanker paru ini
dapat dilayani.
Pencegahan
kanker didefinisikan sebagai usaha aktif untuk mengurangi resiko terjadinya
kanker. Mayoritas dari kasus kanker dikarenakan faktor-faktor resiko
lingkungan, dan banyak, tetapi tidak semuanya, faktor-faktor resiko lingkungan
tersebut adalah pilihan gaya hidup yang dapat dikendalikan. Jadi, kanker
dianggap sebagai penyakit yang dapat dicegah. Lebih dari 30% kematian akibat
kanker dapat dicegah dengan menghindari: merokok, kelebihan berat badan /
kegemukan, asupan yang kurang, aktivitas fisik yang minimal, alkohol, penyakit
menular seksual, dan polusi udara. Tidak semua faktor lingkungan dapat
dikendalikan, misalnya radiasi matahari, dan kasus-kasus kanker karena faktor
keturunan, oleh karenanya tidak semua kasus kanker dapat dicegah.
Meskipun
banyak rekomendasi mengenai diet untuk mengurangi kanker, tetapi bukti-bukti
tidak menunjang hal ini secara nyata. Faktor utama asupan yang meningkatkan
resiko kanker adalah kegemukan dan konsumsi alkohol; sedangkan asupan rendah
buah dan sayur dan makan daging merah yang banyak mungkin berimplikasi, tetapi
belum terkonfirmasi. Penelitian meta-analisa pada tahun 2014 tidak menemukan
hubungan antara buah dan sayuran dengan kanker.Konsumsi kopi berhubungan dengan
berkurangnya resiko kanker hati. Penelitian menunjukkan hubungan antara daging
merah dan daging olahan dengan peningkatan resiko kanker payudara, kanker usus
besar, dan kanker pankreas, sebuah fenomena yang mungkin terjadi karena adanya
karsinogen pada daging yang diproses/dimasak dengan suhu tinggi. Rekomendasi
yang dianjurkan untuk mencegah kanker adalah asupan seimbang dari sayur,
buah-buahan, biji-bijian utuh, dan ikan, sedangkan yang harus dihindari adalah
daging merah dan daging olahan (sapi, babi, kambing), lewak hewani, dan
karbohidrat yang mudah/cepat dicerna.
Konsep
penggunaan obat-obatan untuk mencegah kanker itu menarik, dan bukti-bukti
menunjangnya dalam berbagai keadaan tertentu. Pada populasi umum, penggunaan
obat anti pembengkakan yang bukan steroid (Non-steroidal anti-inflammatory
drug) mengurangi resiko kanker usus, tetapi karena adanya efek samping pada
sistem pembuluh darah dan pencernaan, makanya penggunaannya akan berbahya jika
digunakan untuk pencegahan kanker. Aspirin telah diketahui dapat mengurangi
resiko kematian akibat kanker sebesar kurang lebih 7%. COX-2 inhibitor dapat
mengurangi jumlah formasi polip pada penderita familial adenomatous polyposis,
bagaimanapun hal ini berhubungan dengan efek samping seperti pada penggunaan obat
anti pembengkakan yang bukan steroid.
Penggunaan sehari-hari tamoxifen atau raloxifene telah menunjukkan
pengurangan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang beresiko tinggi.
Keuntungan dibandingkan kemudaratan
penggunnaan 5-alpha-reductase inhibitor seperti finasteride adalah tidak jelas.
Vitamin
telah diketahui tidak berguna untuk mencegah kanker, walaupun tingkat yang
rendah dari vitamin D berhubungan dengan peningkatan resiko kanker. Apakah ini
merupakan sebab akibat dan suplemen vitamin D bersifat melindungi tidak pernah
dinyatakan. Suplemen Beta-Carotene telah diketahui meningkatkan kanker
paru-paru pada mereka yang beresiko tinggi. Asam folat telah diketahui tidak
berguna untuk mencegah kanker usus, bahkan justru menuingkatkan terjadinya
polip pada usus besar. Tidak jelas apakah suplemen selenium mempunyai efek
pengobatan/pencegahan.
Vaksinasi
telah dikembangkan untuk mencegah infeksi yang dibabkan oleh virus yang
bersifat karsinogen. Human papillomavirus vaccine (Gardasil dan Cervarix)
mengurangi resiko bertumbuhnya kanker mulut rahim.Vaksin hepatitis B mencegah
infeksi hepatitis B dan tentunya mengurangi resiko terjadinya kanker
hati.Pemberian vaksin human papillomavirus dan hepatitis B direkomendasikan
jika dana memungkinkan.
Sudah ada
12273 orang
menyatakan dukungan
memerangi kanker
12273 orang
menyatakan dukungan
memerangi kanker
Ayo dukung Hari Kanker Se-Dunia dengan ikut berpartisipasi melawan
kanker!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar