Senin, 14 Agustus 2017

Etika Batuk dan Bersin

Etika Batuk dan Bersin

Berbuka puasa Ramadhan itu paling nikmat buat saya kalau didahului dengan minuman yang ada esnya. Bisa es buah, es dawet, es teh, es kolak dan es-es yang lain. Segaaarrrrr, serasa basah urat-urat di tenggorokan, tenaga juga kembali fress. Tapi sayangnya, karena kebanyakan es membuat saya jadi batuk pilek nih. Sebentar-sebentar batuk, trus bersin yang diiringi melernya ingus di hidung. Tapi saya tetap nekat dengan yang namanya es. Batuk pilek melanda, es jalan terus.
Ngomong-ngomong tentang batuk dan bersin, sebetulnya ada standart yang harus dilaksanakan ketika terjadi batuk dan bersin. Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Maka tidak benar bila ada percakapan seperti ini, “Kenapa hari ini si A tidak masuk kerja?” “Si A baru sakit batuk.” Memang seperti ini sudah salah kaprah, salah yang dianggap benar.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Sedangkan bersin merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah masuknya zat asing ke dalam tubuh. Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan menolak bakteri tersebut. Bersin juga dapat timbul akibat adanya peradangan (rhinosinusitis), benda asing, infeksi virus, atau reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut muncul karena paparan terhadap bahan alergen, contohnya seperti debu rumah. Proses terjadinya bersin berawal dari adanya  virus/kotoran/bakteri masuk ke hidung, antibodi mengidentifikasi bahwa ada benda asing yang masuk yang dapat membahayakan sistem tubuh maka terjadilah bersin yang akan menolak benda asing tersebut. Subhanallah, betapa sempurnanya Allah menciptakan makhluq bernama manusia.
Meskipun batuk dan bersin bukan suatu penyakit, tapi ketika hal itu terjadi, bila keduanya tidak dilakukan dengan standart prosedur yang baik akan menimbulkan dampak yang bisa merugikan orang lain. Batuk dan bersin akan melontarkan virus dan kuman yang tak kasat mata ke dalam udara sekitar, sehingga bisa membuat penularan penyakit pada orang sekitar. Ada beberapa kebiasaan yang salah dalam melakukan batuk dan bersin yang secara tak sadar bisa merugikan orang lain.


Kebiasaan batuk dan bersin yang salah antara lain :
  1. Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum.
  2. Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk dan bersin.
  3. Membuang ludah sudah batuk disembarang tempat.
  4. Membuang atau meletakkan tissue yang sudah dipakai disembarang tempat.
  5. Tidak menggunakan masker saat flu atau batuk.


Gambar di atas adalah contoh cara menutup mulut ketika batuk dan bersin. Gambar samping kanan menunjukkan perbuatan batuk dan bersin tanpa ditutupi, yang tengah ditutupi dengan tangan mengepal, yang samping kiri ditutupi dengan telapak tangan terbuka. Semua ini merupakan kebiasaan yang sering terjadi di masyarakat. Bahkan ada gambar bungkus obat batuk dengan ilustrasi batuk yang ditutupi dengan telapak tangan.
Ada sebuah pertanyaan, bukankah dengan ditutupi telapak tangan, berarti kuman dan virus tidak akan menyebar ke udara sekitar? Iya… betul demikian, tapi kuman dan virus akan menempel di telapak tangan kita, sedangkan tangan kita nantinya akan bersentuhan dengan benda-benda sekitar kita, meja, gagang pintu, bahkan kita akan bersalaman dengan orang lain. Tangan kita akan menjadi sarana penyebaran virus dan kuman selain udara. Apalagi kita tidak segera melakukan cuci tangan, dijamin deh… kuman dan virus akan menyebar dengan cepat.


Sekarang akan saya tunjukkan bagaimana cara batuk dan bersin yang benar. Mudah koq…
Hal-hal yang diperlukan :
  1. Lengan baju
  2. Tissue
  3. Sabun dan air
  4. Gel pembersih tangan / handrub
  5. Masker
Langkah-langkahnya adalah :
Langkah 1
Sedikit berpaling dari orang yang ada disekitar anda dan  tutup hidung dan mulut anda dengan menggunakan tissue atau saputangan atau lengan dalam baju anda setiap kali anda merasakan dorongan untuk batuk atau bersin.
 
Langkah 2
Segera buang tissue yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah.
 
Langkah 3
Tinggalkan ruangan/tempat anda berada dengan sopan dan mengambil kesempatan untuk pergi cuci tangan di kamar kecil terdekat atau menggunakan gel pembersih tangan.
 
Langkah 4
Gunakan masker.


Lebih jelasnya bisa lihat gambar :
Tips & Peringatan
  • Ajarkan anak-anak cara yang tepat untuk batuk dan bersin untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit di udara.
  • Bersin pada lengan baju bagian dalam adalah cara penting untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit udara di seluruh dunia.
  • Jika menggunakan tissue, itu hanya boleh digunakan sekali dan diikuti segera dengan mencuci tangan dan membuang tissue pada tempat sampah.


Saya rasa semua sudah jelas, selanjutnya marilah kita praktekkan pola hidup sehat ini, walaupun sepele tapi akan memberikan dampak terputusnya penularan suatu penyakit.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar