Senin, 14 Agustus 2017

HUBUNGAN ANTARA TB DENGAN HIV-AIDS

HUBUNGAN ANTARA TB DENGAN HIV-AIDS

Hubungan Antara TB dengan HIV-AIDS

TB atau Tuberkulosis adalah penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Gejala umum yang ditemui pada TB antara lain batuk parah, demam dan kehilangan berat badan secara terus menerus. Lalu, apa hubungan antara TB dan HIV-AIDS?
Laporan WHO menyebutkan 8,6 juta orang terjangkit TB pada 2012, dengan 1,3 juta di antaranya meninggal dunia. Laporan itu juga menyebutkan bahwa 320.000 dari 1,3 juta pengidap TB yang meninggal tersebut adalah orang dengan HIV-AIDS (ODHA).

Sementara itu di Indonesia, ada 460.000 kasus TB baru yang terjadi tiap tahun, dan 3 persen di antaranya juga mengidap HIV. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa hubungan antara HIV dan TB berawal dari TB Latent.

TB latent atau tuberkulosis laten merupakan kondisi di mana seseorang mempunyai bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TB pada tubuhnya, namun bakteri tersebut tidak aktif atau tertidur. Sehingga mereka tidak merasakan sakit pada saluran pernapasan atau paru-paru layaknya pengidap TB.
Seperti sudah diketahui secara umum, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika pengidap TB Latent tertular HIV, bakteri-bakteri yang tadinya tertidur atau pasif akan bangun dan aktif menyerang tubuh akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Jadi dia (TB Lltent) awalnya sehat segar bugar. Namun kena HIV, sistem kekebalan tubuhnya melemah, bakteri TB tadi jadinya aktif kembali," terang Prof Tjandra usai acara 2nd Forum Stop TB Partnership Kawasan Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2014).
Laporan WHO menyebutkan bahwa sepertiga dari total populasi di dunia merupakan TB Latent. Untuk itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Dengan PHBS, banyak penyakit yang bisa dicegah, termasuk TB dan HIV-AIDS. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi obat dengan benar dan teratur," pungkasnya.


• HUBUNGAN ANTARA TBC dan HIV/AIDS
TBC merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada penderita penyakit HIV/AIDS di dataran benua Afrika. Bahkan di Amerika, sekitar 63% penderita HIV juga terinfeksi bakteri TBC.

Penderita penyakit HIV/AIDS memiliki daya tahan tubuh yang sangat rendah. karena virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh mereka. Resikonya, selemah apa pun sel penyakit akan mudah masuk ke dalam tubuh karena sistem kekebalan tubuhnya sudah tidak bisa menangkal, akan mudah menyerang. Apalagi terhadap serangan bakteri TBC yang sangat kuat, pasti akan sangat mudah sekali. Dia pasti akan menjadi penderita penyakit TBC aktif yang parah. Dan tak heran, penyakit ini akhirnya membawa mereka pada kematian
Untuk mengatahui indikasi terserangnya penyakit dalam tubuh tubuh pasien HIV/AIDS dapat dilakukankan dengan tes tuberculin dan juga tes darah sedini mungkin. Hal ini harus terus dilakukan karena mereka merupakan kalangan yang berisiko tinggi terkena infeksi bakteri penyebab penyakit TBCkarena rentannya tubuh oleh virus HIV. Tak hanya untuk mencari peyakit TBC aktif, namun tipe dari TBC lain-pun harus selalu dipantau.

• PENCEGAHAN TBC PADA PENDERITA HIV/AIDS
Dilakukan dengan program multidrug resisten TBC (MDR TBC). Obat yang diberikan ada dua jenis, yaitu isoniasid dan juga rifampin. MDR TBC adalah sebuah program pengobatan yang sangat sulit. Program ini juga sangat fatal dan juga beresiko pada kematian. Namun demi kesembuhan para penderita penyakit TBC pada penderita HIV/AIDS, metode pengobatan ini harus tetap diterapkan.
Sebagai bentuk kelanjutan dari program MDR TBC, di Amerika ada program pencegahan TBC yang cukup ekstrim. Namanya adalah directly observed therapy (DOT).
Yaitu sebuah pencegahan/pengobatan bagi perawat pasien kasus TBC agar selalu sehat. Pengonsumsian obatnya dilakukan dengan pengawasan secara langsung yang jelas tidak sembarangan.
Penderita HIV/AIDS juga mendapatkan pengawasan yang ketat. Hal ini tentu saja agar penderita HIV AIDS tidak terancam mati akibat komplikasi penyakit TBC di kemudian hari, bagaimanapun jelas mencegah lebih baik daripada mengobati!


• HUBUNGAN PENYAKIT HIV dan TUBERKULOSIS
Penyakit HIV/AIDS, seperti yang telah ketahui bersama, adalah penyakit menular seksual yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini termasuk penyakit infeksi, disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obat yang tersedia di pasaran hanya mampu menekan jumlah virus dan memperpanjang usia harapan hidup penderitanya.
Penyakit tuberkulosis juga termasuk penyakit infeksi. Bedanya dengan HIV, tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yaitu Mycobacterium tuberculosis. Umumnya bakteri ini bersarang di paru-paru dan menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan menyerang organ tubuh lain. Oleh karena itu dikenal istilah penyakit tuberkulosis otak, tuberkulosis usus, tuberkulosis tulang, dll.
Hampir semua orang pernah terpapar dengan Mycobacterium tuberculosis. Hanya saja, tidak semua paparan tersebut berlanjut menjadi penyakit tuberkulosis. Pada seseorang yang mempunyai kekebalan tubuh yang bagus, maka bakteri akan segera dilenyapkan oleh tubuh. Kekebalan tubuh terhadap bakteri tuberkulosis biasanya diperoleh dari imunisasi BCG.
Jadi apa hubungan kedua penyakit ini? Seperti telah dijelaskan, penyakit HIV/AIDS merusak sistem pertahanan sehingga tubuh kesulitan untuk memusnahkan kuman penyakit yang menyerang. Ketika kuman Mycobacterium tuberculosis melakukan ‘aggresi’, kuman ini akan leluasa memperbanyak diri dan merusak organ seperti paru-paru. Tanpa ada yang menahannya. Fenomena ini disebut infeksi oportunis tuberkulosis.
Menurut data, 30% penderita HIV di seluruh dunia menderita tuberkulosis. Bahkan di beberapa negara, angka tersebut mencapai 80%.

• GEJALA AIDS
AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.
- Acquired artinya diperoleh, jadi bukan merupakan penyakit keturunan \
- Immuno berarti sistem kekebalan tubuh
- Deficiency artinya kekurangan
- Syndrome berarti kumpulan gejala


AIDSmerupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang berakibat sangat fatal. Padahal penyakit tersebut tidak akan menyebabkan gangguan yang sangat berarti pada manusia yang sistem kekebalannya normal. Jadi, AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV.

• Cara Penularan AIDS
Penularan penyakit AIDS melalui cairan tubuh penderita. Seseorang dapat tertular AIDS (terinfeksi virus HIV) antara lain sebagai berikut :
- Melalui kontak hubungan badan (hubungan seksual) dengan seorang penderita yang telah terinfeksi HIV
- Melalui jarum suntik atau alat tusuk lain yang telah dipakai atau bekas dipakai orang yang terinfeksi HIV
- Melalui transfusi darah yang tercemar HIV
- Melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya

• GEJALA PENYAKIT HIV
Infeksi oleh HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena sel-sel pertahanan tubuh (sel-sel darah putih) semakin lama semakin banyak yang rusak maka penderita menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi kuman. Pada tahap akhir, penderita bahkan sudah tidak tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dibinasakan dengan mudah oleh antibodi tubuh.
Pada tahap awal, seseorang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala dan mungkin sampai bertahun-tahun. Setelah infeksi pada tahap pertengahan, seorang penderita akan menunjukkan gejala seperti flu yang berulang-ulang yaitu :
- Lesu
- Demam
- Berkeringat malam hari tanpa sebab
- Otot sakit
- Batuk
- Pembesaran kelenjar limfe
- Infeksi mulut (sariawan) berulang-ulang

Pada tahap akhir, berat badan penderita menurun dengan cepat, diare kronik, sesak napas (infeksi paru-paru), bintik-bintik atau bisul berwarna merah, yang akhirnya menyebabkan kematian
- Sering sariawan di mulut
- Terjadi kematian

• PERBEDAAN HIV dan AIDS
Tabel dibawah ini akan menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS. Dari informasi di atas sekarang jelas bahwa HIV dan AIDS adalah dua kondisi yang berbeda.
                  
HIV membunuh limfosit CD4v dari sistem kekebalah tubuh
Jumlah CD4 pada orang dengan AIDS dibawah 200
HIV membuat orang rentan terhadap infeksi oleh berbagai patogen dan kanker
AIDS adalah suatu kondisi dimana sesorang menderita beberapa jenis inveksi, sarkoma kaposi, TBC, dll
HIV dapat dikendalikan dengan menggunakan anti virus
AIDS merupakan stadium lanjut yang terjadi setelah 2 sampai 15tahun terinveksi HIV

http://diskes.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/artikel/detailartikel/57
http://perpustakaankesehatan.blogspot.com/2013/01/hubungan-antara-tbc-dan-hivaids.html
http://www.catatandokter.com/2011/03/hubungan-penyakit-hiv-dan-tuberkulosis.html
http://gejalaaids.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar